ppalihsan.com : Setiap tanggal 25 November, bangsa Indonesia memperingati Hari Guru Nasional sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasa para pahlawan tanpa tanda jasa. Pada tahun 2025, peringatan ini mengusung makna yang lebih dalam, terutama di tengah arus globalisasi dan transformasi digital yang semakin pesat. Di tengah gegap gempita peringatan ini, Lembaga Pendidikan Islam Al-Ihsan yang terletak di Beringan, Dempo Timur, Pasean, Pamekasan, hadir sebagai oase yang mengingatkan kita pada hakikat pendidikan yang sesungguhnya: sebuah proses penanaman akhlak mulia dan ilmu yang bermanfaat, sebagaimana firman Allah SWT:
وَقُل رَّبِّ زِدْنِي عِلْمًا
"Dan katakanlah, 'Wahai Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku.'" (QS. Thaha: 114)
Guru di Al-Ihsan bukan sekadar pengajar yang mentransfer ilmu pengetahuan. Mereka adalah murabbi, pendidik yang menyelami hati dan pikiran santriwan dan santriwati. Dalam kesehariannya, mereka tidak hanya berkutat dengan rumus matematika atau kaidah bahasa, tetapi lebih dari itu, mereka menanamkan nilai-nilai akhlakul karimah yang menjadi ruh dari pendidikan Islam, mencerminkan sabda Rasulullah SAW:
إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ
"Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak." (HR. Ahmad)
Keteladanan dalam sikap, tutur kata, dan perilaku menjadi kurikulum utama yang diajarkan. Di bawah naungan Lembaga Al-Ihsan, guru-guru berperan sebagai pembentuk karakter generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual (fathanah), tetapi juga santun dalam perilaku (siddiq), dapat dipercaya (amanah), dan aktif menyampaikan kebaikan (tabligh).
Lembaga Pendidikan Islam Al-Ihsan Beringan Dempo Timur Pasean Pamekasan, dengan segala keterbatasan dan keikhlasannya, telah menjadi benteng pertahanan moral di tengah gempuran budaya asing. Guru-guru di sini dengan sabar membimbing anak-anak untuk mencintai Al-Qur'an, menghafalkan hadits, dan mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari, mengamalkan firman Allah:
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
"Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat." (QS. Al-Mujadalah: 11)
Mereka adalah para pejuang yang bekerja di garis depan, memastikan bahwa generasi penerus di Desa Beringan dan sekitarnya tidak kehilangan jati diri sebagai muslim yang beriman dan bertakwa.
Di Hari Guru Nasional 2025, refleksi yang patut kita ambil adalah bahwa kemajuan teknologi tidak akan pernah bisa menggantikan peran sentral seorang guru. Komputer dan artificial intelligence mungkin dapat menyajikan informasi dengan cepat, tetapi hanya sentuhan manusiawi dan keteladanan spiritual seorang gurulah yang dapat menanamkan nilai kejujuran, empati, dan ketangguhan iman. Semangat inilah yang dihidupi oleh para guru di Al-Ihsan, sesuai dengan hadits:
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
"Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka baginya pahala seperti orang yang melakukannya." (HR. Muslim)
Mereka mengajarkan bahwa kesuksesan bukan hanya diukur dengan nilai rapor atau kelulusan di perguruan tinggi ternama, tetapi lebih pada bagaimana ilmu yang dipelajari dapat menjadi bekal untuk menjadi hamba Allah yang bermanfaat bagi sesama, sebagaimana sabda Rasulullah:
خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia." (HR. Ahmad)
Oleh karena itu, pada momen yang berharga ini, marilah kita semua, khususnya warga masyarakat Pasean dan Pamekasan, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para guru di Lembaga Pendidikan Islam Al-Ihsan. Dedikasi, kesabaran, dan keikhlasan mereka dalam mendidik adalah investasi terbesar bagi masa depan bangsa dan agama. Sebagai bentuk penghargaan, sudah sepatutnya kita mendukung penuh setiap upaya dan inisiatif yang dilakukan lembaga ini, baik melalui partisipasi aktif orang tua maupun dukungan moril dan materil dari berbagai pihak.
Selamat Hari Guru Nasional 2025. Terima kasih tak terhingga kepada seluruh guru di Lembaga Pendidikan Islam Al-Ihsan Beringan Dempo Timur Pasean Pamekasan. Jasamu akan selalu dikenang, dan doa-doa baikmu akan mengalir menyertai setiap langkah anak didikmu. Teruslah menjadi pelita dalam gulita, penerang bagi generasi penerus peradaban Islam yang gemilang.